Demokrasi di Pemilu OSIS

 Hidup berdemokrasi tidak bisa diceramahkan begitu saja di kelas kelas, tetapi harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya membangun budaya berdemokrasi tersebut, di lingkungan SMA N 3 Mojokerto, menerapkannya dengan praktek langsung kehidupan berdemokrasi. Salah satunya dengan pemilihan langsung ketua OSIS.

Pemilihan Ketua OSIS periode 2019/2020 dilaksanakan pada hari Jumat (30/8/2019) pada pukul 09.00 WIB. Sebelum pencoblosan, calon calon ketua OSIS, memaparkan visi misi serta program programnya apabila terpilih menjadi ketua OSIS. Pemaparan visi misi dilangsungkan ditengah halaman SMA N 3 Mojokerto.

Selain memaparkan visi misi dan program, calon calon Ketua OSIS juga diuji dengan berbagai pertanyaan dari beberap siswa yang mengajukan pertanyaan kritis. Seperti M. Iqbal, siswa kelas XII IPS 1, yang mempertanyakan keistimewaan dan kelebihan kemampuan dari masing-masing calon sehingga pantas untuk dipilih menjadi Ketua OSIS. Masing-masing Calon Ketua OSIS kemudian menjawab pertanyaan itu silih berganti. Apabila Calon Ketua OSIS itu menjawab dengan gamblang, maka sorak sorai pendukungnya menggema di sudut sudut lapangan SMA N 3 Mojokerto yang tidak begitu luas.

Tentang sistem pemilihan Ketua OSIS ini, Siti Arofah, M.Pd, Pembina OSIS SMA N 3 Mojokerto, menjelaskan bahwa calon calon ketua OSIS telah diseleksi sebelumnya. Mereka selain diuji kemampuan memaparkan visi misi juga ditantang untuk menjawab ragam persoalan yang ditanyakan oleh siswa maupun guru SMA N 3 Mojokerto,

“Calon calon ketua OSIS sebelumnya telah diseleksi dengan ketat sesuai dengan kriteria ideal seorang pemimpin. Selanjutnya mereka juga dituntut untuk memaparkan visi misi. Tidak berhenti disitu, calon calon Ketua OSIS juga diuji kemampuannya untuk menjawab pertanyaan dari seluruh siswa siswi SMA Negeri 3 Mojokerto. Mereka diuji kemampuan bicara juga kemampuan menyampaikan solusi solusi atas berbagai persoalan yang ada di SMA Negeri 3 Mojokerto” tutur Siti Arofah M,Pd, Pembina OSIS SMA N 3 Mojokerto.

Usai memaparkan visi misi dan menjawab pertanyaan dari warga SMA N 3 Mojokerto, para siswa-siswi melakukan pencoblosan calon calon Ketua OSIS di TPS yang telah disediakan panitia. Tidak hanya dari siswa yang mencoblos, Guru maupun karyawan Tata Usaha juga ikut berpartisipasi dalam pemilihan Ketua OSIS.

“Selain siswa, bapak ibu guru serta karyawan TU juga memiliki hak untuk memilihnya” tutur Siti Arofah M.Pd, Pembina OSIS yang juga merupakan guru Bahasa Inggris.

Usai pencoblosan, panitia bergerak cekatan dengan menghitung surat suara yang telah masuk di Kotak Suara. Dari hasil penghitungan pasangan 01 yakni Imam Mahmuda-Marcelino ibra Tri Prasetyo, mengungguli pasangan Ummu Maslucky-Ragil Bagas, Aziz Nur Kusuma-Dwi Astitie, dan Istifadatin-Nur Aliffah. Pasangan 01 ini memperoleh 536 suara. Dengan demikian Imam Mahmuda dan Marcelino Ibra Tri Prasetyo dipengurusan yang akan datang resmi terpilih menjadi Pemimpin OSIS periode 2019/2020.

Read More
sman3mjkrt Agustus 30, 2019 0 Comments

Wayang Beber yang dibeber

Ada yang berbeda dengan dengan pemandangan di halaman SMA Negeri 3 Mojokerto. Terlihat banyak siswa yang mengerjakan tugas di halaman. Mereka sibuk melukis gambar wayang beber yang penuh dengan makna cerita

Tentang tugas melukis wayang beber ini, Burhan Fatiq S.Pd, Guru Seni dan Budaya, memaparkan bahwa pembelajaran yang diampunya itu diperuntukkan untuk mengasah kemampuan siswa  dalam beberapa kompetensi.

“Pembelajaran ini sesungguhnya materi budaya lokal. Saya mengangkat tentang wayang beber ini untuk dikerjakan siswa. Wayang beber ini sebenarnya warisan dari Majapahit. Hanya saja sekarang justru dilestarikan oleh daerah lainnya. Dengan tugas ini, siswa diharapkan mengenal budaya leluhur Majapahit” tutur Guru Seni dan Budaya SMA N 3 Mojokerto ini.

“Kompetensi yang diperoleh sesungguhnya nanti akan sangat banyak. Seperti siswa akan mengasah kemampuan melukis dua dimensinya. Setelah ini selesai, siswa juga akan dituntut untuk mampu bercerita dengan apa yang dilukisnya. Pun pula mampu memperagakannya dalam aksi teatrikal” imbuhnya.

Terkait dengan tindak lanjut dari karya karya siswa yang fenomenal ini, Burhan Fatiq S.Pd menyampaikan bahwa ia ingin membawa siswa untuk tampil ke pameran dan pegelaran di depan masyarakat. Hanya saja, terang Guru yang beralamatkan di Kedungwali itu, ia masih berpikir untuk mencari sponsor pendana untuk mendukung rencana tersebut.

Terkait tugas yang diberikan oleh Burhan Fatiq S.Pd, terlihat siswa sangat senang mengerjakannya. Sebab mereka menjadi mengenal budaya nenek moyang. Mereka juga memahami cerita cerita tutur yang berkembang ditengah masyarakat.

“Karya saya ini bercerita tentang Ken Arok. Disini kami melukiskan tentang kebudayaan orang pada masa dulu. Tidak ada teknologi seperti sekarang ini. Saya jadi tahu tentang bagaimana kehidupan masa lalu dengan mengerjakan tugas ini” tutur Putri, siswi kelas XII IPS 2. 

 

 

Read More
sman3mjkrt Agustus 28, 2019 0 Comments

Sekolah Zonasi yang masih disalahpahami

Masih banyak orang yang salah faham terhadap sekolah zonasi. Padahal sekolah zonasi tidak berkait dengan sistem zonasi PPDB siswa.

Menurut Siswanto S. Pd, wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMA N 3 Mojokerto menjelaskan bahwa sekolah zonasi yang dimaksud adalah sekolah rujukan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menuntaskan program untuk mengualitaskan pendidikan di sekolah.

“Sekolah zonasi itu sesungguhnya sekolah yang istilahnya seperti dahulu, yakni sekolah rujukan. Mungkin juga hampir mirip dengan sekolah model. Yakni sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menuntaskan program program mengkualitaskan pendidikan. Pesertanya juga melibatkan sekolah imbas” tutur Wakil bagian kurikulum ini.

Lebih jauh, Siswanto S. Pd, juga menjelaskan bahwa program sekolah zonasi itu meliputi tujuh hal yakni pembuatan e-modul, pengembangan model pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS, implementasi sistem STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic), penguatan sistem penjaminan mutu internal, pembuatan aplikasi e-raport, penguatan pendidikan karakter dan gerakan kesadaran peduli lingkungan.

“Tujuh tahap itulah yang harus dituntaskan dalam sekolah zonasi. Jadi sekolah zonasi bukan guru mengajar dekat tempat rumahnya. Tetapi lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan” imbuh Siswanto, S. Pd, yang juga merupakan guru geografi tersebut.

Di Mojokerto sendiri yang akan ditunjuk sebagai sekolah Zonasi adalah SMA Negeri 1 Mojokerto. Sedang SMA Negeri 3 Mojokerto menjadi sekolah imbas.

Tentang SMA N 1 yang ditunjuk sebagai sekolah zonasi ini, Siswanto S. Pd menjelaskan,

“Sebab SMA N 1 Mojokerto telah tiga kali menjadi sekolah model. Sedang sekolah kita baru tahun ini menjadi sekolah model” terangnya lagi.

Read More
sman3mjkrt Agustus 21, 2019 0 Comments

Sekolah Model itu SMA N 3 Mojokerto

Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA N 3 Mojokerto terus digalakkan oleh kepala sekolah, Ibu Titik wuriyanti MM. Terlebih tahun ini, SMA N 3 Mojokerto memperoleh amanah dari pemerintah dijadikan sebagai sekolah model.

Dalam sambutan sosialisasi dan pendampingan sekolah binaan (sekolah model) sistem penjaminan mutu internal pada hari senin (19/8/19) yang berlangsung di gedung graha, Ibu Titik Wuriyanti MM, menyatakan bahwa SMA Negeri 3 Mojokerto dijadikan sebagai Sekolah model bukan dikarenakan hadiah begitu saja dari pemerintah tetapi dari hasil perjuangan guru guru SMA 3 yang hebat berjuang untuk memperoleh kelayakan menjadi sekolah model.

“Di sma 3 sesungguhnya sekolah paling tua. Dulu disini SPG. Tetapi entah kenapa ditempatkan diurutan nomor 3. Meskipun diurutan nomor tiga tidak mengurangi semangat untuk bersejajar dengan sekolah lainnya. Bapak ibu gurunya memiliki semangat untuk maju. Jadi dijadikan sekolah model, merupakan perjuangan yang luar biasa” tutur Kepala SMA N 3 Mojokerto itu.

Senada dengan Kepala SMA N 3, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mojokerto, Maryono S. Sos menyatakan bahwa SMA 3 dulunya dikenal SPG sesungguhnya bukan sekolah biasa tetapi sekolah yang luar biasa sebab telah menghasilkan output pemimpin pemimpin yang hebat. Kepala Cabdin Mojokerto itu bercerita bahwa suatu ketika ia memperoleh tamu kepala sekolah visioner. Ia mampu membawa anak didiknya mengikuti kompetensi di Rusia. Ketika ditanya, ternyata ia alumni SPG. Karenanya wajar apabila SMA N 3 memperoleh amanat untuk menjadi sekolah model.

Menurut Maryono S. Sos, bahwa sekolah model adalah upaya pemerintah untuk mempercepat sekolah memperoleh kualitas dan mutu pendidikan.

Selain SMA N 3 yang dijadikan sekolah imbas adalah SMA TNH, SMA Katolik, SMA PGRI 2, dan SMA Darul Quran. SMA N 3 Mojoketo bersama sama dengan sekolah imbas diharapkan bekerjasama untuk mewujudkan sekolah berkualitas.

Read More
sman3mjkrt Agustus 19, 2019 0 Comments

Lomba-lomba Peringatan HUT RI ke 74

Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, pengurus Osis menyelenggarakan lomba lomba antar kelas. Lomba lomba itu diantaranya lomba pindah gelas, sunggi tempeh, dan ketangkasan tiga serangkai. Lomba lomba diberlangsungkan selama dua hari yakni pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2019.

Menurut Aldino, Ketua Osis periode 2018/2019, penyelenggaraan lomba lomba itu bertujuan untuk mengenang perjuangan para pejuang memperoleh keberhasilan. Selain itu juga menjadi ajang meningkatkan kreativitas anak anak SMA N 3 dalam berkompetisi.

Aldino juga menjelaskan, bahwa sedari awal rencana diselenggarakannya lomba diperuntukkan untuk siswa SMA N 3 Mojokerto. Namun akhirnya ada perkembangan pemikiran untuk melibatkan Bapak Ibu Guru. Hanya saja karena kesibukkan bapak Ibu Guru, akhirnya digantikan oleh Mahasiswa PPL yang ikut serta dalam lomba lomba.

Selain lomba-lomba, OSIS juga mendukung penuh dan mengajak seluruh siswa siswi SMA Negeri 3 Mojokerto untuk ikut Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam upacara yang akan dilangsungkan Hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019, petugas upacara dibawakan oleh seluruh pengurus OSIS.

Read More
sman3mjkrt Agustus 18, 2019 0 Comments

Upacara HUT RI di SMA N 3 Mojokerto

Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, selain mengadakan lomba-lomba antar kelas, SMA N 3 Mojokerto juga menyelenggarakan upacara bendera. Pagi pukul 07.00 (17/8/2019) seluruh siswa telah siap dilapangan untuk mengikuti upacara bendera.

Petugas upacara dibawakan oleh seluruh pengurus OSIS SMA N 3 Mojokerto. Dan untuk pengibaran bendera merah putih dibawakan langsung oleh anggota Paskibraka. Tampak upacara berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Sebab petugas upacara yang bertugas tampil dengan cekatan dan trampil tanpa cela.

Upacara menjadi khidmat, tatkala pembina upacara yakni Isno, M.Pd.I memberikan amanatnya. Dalam amanatnya Isno M.Pd.I membeberkan sejarah proklamasi kemerdekaan di Jakarta, Jawa Timur dan Mojokerto. Menurut beliau penentu keberhasilan proklamasi hingga menyebar ke seluruh pelosok di Nusantara adalah kreativitas para pemuda. Mereka menyebarkan lewat radio, pamflet, brosur dan berbagai media untuk menyebarkan kemerdekaan Indonesia.

Para pemuda, kata Isno M.Pd.I, tidak hanya berjasa turut melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Para pelajar pun ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka, kata Isno M.Pd.I memiliki organisasi yang sangat kuat dalam melakukan konsolidasi sehingga mereka termasuk organisasi yang sangat diperhitungkan oleh musuh bangsa Indonesia ini. Organisasi itu tergabung dalam TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar). Dan markas terbesarnya ada di Desa Parengan Kec. Jetis Mojokerto.

Isno, M.Pd.I juga membeberkan sejarah Jalan Pemuda yang menjadi alamat SMA N 3 Mojokerto. Kata beliau, terbentuknya jalan pemuda itu dilatarbelakangi oleh sejarah seorang pemuda yang bernama Muhammad Iskak yang sangat benci kepada Belanda. Karena kebenciannya yang sangat dalam itu, suatu saat ada rombongan tentara Belanda yang naik Jeep. Oleh Muhammad Iskak, rombongan tentara Belanda itu dihabisi hingga tewas semua. Mengenang peristiwa itu, maka jalan di depan SMA N 3 Mojokerto itu diberi nama Jalan Pemuda.

Read More
sman3mjkrt Agustus 18, 2019 0 Comments

Pembagian Daging Qurban tanpa Plastik

Ada yang berbeda dengan peringatan hari raya Qurban tahun ini di SMA Negeri 3 Mojokerto. Apabila tahun sebelumnya pembagian daging qurban selalu menggunakan bungkus plastik, tahun ini panitia qurban membuat kebijakan baru. Yakni seluruh daging qurban yang dibagikan menggunakan daun jati dan pisang. Hal ini seiring dengan kebijakan Kepala Sekolah untuk menghilangkan penggunaan plastik di lingkungan SMA Negeri 3 Mojokerto.

Dari pantauan tim media online ini, terlihat setelah sholat Idul Adha pada Minggu (11/8/2019) panitia idul adha mempersiapkan penyembelihan satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian daging yang dibungkus dengan daun jati dan pisang.

“Kita memang telah mempersiapkan sebelumnya untuk menghindari penggunaan plastik pada pembagian daging qurban. Hal ini sesuai instruksi dari Ibu Kepala Sekolah. Rencana awal, saya dan anak anak OSIS mau menggunakan besek, tetapi dikarenakan pertimbangan dana, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan daun jati dan pisang. Disamping lebih hemat dan praktis, juga dari anak OSIS sendiri menyumbangkan daun daunnya yang berasal dari kebun sendiri” tukar Isno, M.Pd.I, selaku ketua Panitia.

Dari pengakuan Isno, M.Pd.I pembagian daging tahun ini bertambah jatahnya untuk diberikan ke masyarakat. Selain untuk siswa siswi SMA N 3 Mojokerto sendiri yang tidak mampu dan warga sekitar, juga Yayasan Sosial sekitar Kota Mojokerto.

“Karena dagingnya berlebih dari targetnya, yakni sekitar 300 bungkus, maka kami dan anak anak OSIS membuat kebijakan dengan membagikannya ke Yayasan sekitar yang sangat membutuhkan seperti ke PAY Muhammadiyah di belakang SMA N 3 Mojokerto. Juga ke PAY Al Mawaddah di Jalan Empunala depan RS. Kamar Medika itu, serta ke Yayasan Panti Jompo di Kedungsari” imbuhnya.

Read More
sman3mjkrt Agustus 13, 2019 0 Comments

Komite Sekolah Yang Baru Terpilih

Untuk lebih mengefektifkan program kerja, Kepala Sekolah yang baru, Dra. Titiek Wuriyanti, MM, melakukan reformasi kepengurusan Komite Sekolah. Pada hari Jumat (2/8/2019) bada asyar di Aula SMA N 3 Mojokerto dengan disaksikan oleh seluruh keluarga besar SMA N 3 Mojokerto, pemilihan komite sekolah berhasil memilih pengurus yang baru. Para pengurus Komite Sekolah yang baru itu, diantaranya  Endro Tjahjono S.H (Ketua), Eko Edi Sutarno SH (Wakil Ketua), Siti Nur Hayati (Sekretaris), H. Indarja (Bendahara), Enik Sundari S.Psi, Untung Siswanto, H. Didik Hariyanto (Anggota)

 

Read More
sman3mjkrt Agustus 10, 2019 0 Comments