TIM SMA N 3 Putra Juara I Gerak Jalan

 

Lagi lagi SMA N 3 Mojokerto memperoleh prestasi yang menggembirakan. Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 di Kota Mojokerto, Tim Putra dan Putri SMA N 3 Mojokerto memperoleh juara Gerak Jalan tingkat SMA (14/9/19). Tim Putra memperoleh Juara Satu dengan nilai total 356. Sedangkan Tim Putri memperoleh Juara tingkat dua, dengan nilai 342.

Mendengar kemenangan ini, keluarga besar SMA N 3 Mojokerto merasa senang dan bangga. Banyak ucapan yang ditujukan kepada pembinanya, Yudha Indrajaya S.Pd. SH.

“Selama ini gerak jalan kita jarang memperoleh juara. Hal ini kemudian saya benahi disisi psikis anak anak. Saya temani mereka dari awal hingga tahap akhir. Kita jaga kekompakan dan kebersamaan diantara tim” tegas Yudha Indrajaya S.Pd, SH, pembina sekaligus guru Olah Raga SMA N 3 Mojokerto.

Sedang Arifin Sholihin, Komandan Pleton tim laki-laki, saat dihubungi menyatakan kebahagiaan yang tidak terkira dengan kemenangan timnya. Dia berujar,  “Saya tidak menyangka bisa menang. Padahal performa sekolah lain sangat bagus bagus juga. Dan latihan yang kami lakukan pun sedikit”

Tentang persiapan sebelum gerak jalan ini, Arifin Sholihin lebih jauh mengaku,

“Kami hanya berlatih tiga hari. Dan pada hari jumat, kami berlatih keluar dari sekolah untuk penyesuaian medan. Karena banyak diantara anggota sudah faham PBB jadi lebih mudah memolesnya” tegas Arifin Sholihin, siswa kelas XII IPA 4.

 

Read More
sman3mjkrt September 17, 2019 0 Comments

Out Bond untuk Para Guru

Malang – Yang berbeda dari Pelatihan Pendidikan Karakter di Arhanud kelas X SMA Negeri 3 Mojokerto tahun ini adalah selain diikuti wali kelas sebagai pendamping, hampir seluruh guru turut serta.

Keterlibatan para guru dalam pelatihan pendidikan karakter di Arhanud ini tidak lepas dari peran Kepala Sekolah, Titik Wurianti MM. Selama beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah, ia merangkul semua guru untuk kompak dan peduli terhadap program kegiatan sekolah. Pada akhirnya beberapa kegiatan, kehadiran guru terlihat maksimal.

Selain ikut serta pendampingan terhadap siswa kelas X, para guru juga mengikuti kegiatan tersendiri. Salah satunya out bond. Kegiatan out bond ini juga dilatih oleh tim Pusdik Arhanud. Para guru diajak bermain main dalam beberapa bentuk kegiatan seperti melempar kapak, memanah, berjalan diatas tali dan lain lain.

Tentang kegiatan out bond ini, Umi Salama S. Pd, Guru Bahasa Indonesia, mengaku senang. Sebab kegiatan ini menumbuhkan kebersamaan dengan guru guru lainnya,

“Saya merasa senang dengan out bond ini. Selain diajak bermain main juga bisa menumbuhkan kebersamaan, dan kekompakkan”ujar guru yang beramatkan di Sooko ini.

Umi Salama S. Pd beserta guru guru lainnya tampak semangat. Bahkan di hari kedua out bond yang dilaksanakan, tak mengurangi keceriaan walaupun tubuh terasa letih.

“Saya berharap tahun depan, SMA 3 bisa mengadakan out bond untuk guru gurunya lagi”ujarnya sambil tersenyum gembira. (Isno)

Read More
sman3mjkrt September 7, 2019 0 Comments

Pendidikan Karakter di ARHANUD

Malang – Selama dua hari, dimulai dari hari jumat hingga sabtu (06-07/9/19) siswa kelas X SMA N 3 Mojokerto mengikuti pendidikan karakter di Pusat Pendidikan Arteleri Pertahanan Udara (ARHANUD) Malang.

Di ARHANUD, siswa dididik oleh 12 tentara pendamping. Mereka mendampingi siswa selama dua puluh empat jam. Dari awal pembukaan pada hari jumat hingga akhir penutupan.

Selama pendidikan siswa mengikuti kehidupan ala tentara. Mulai dari upacara, baris berbaris, hingga cara makan dan tidurnya.

“Kami mendidik anak disini agar mereka tahu bagaimana cara melakukan sesuatu secara benar. Misalnya tata cara upacara. Cara baris berbaris dan lain lain” tutur Edi Cahyono, Pelatih di Pusdik Arhanud.

Selain itu, siswa juga diberi bekal tentang Nasionalisme Kebangsaan.

“Seperti semalam, anak anak mendapat bekal dari Dosen disini, tentang materi materi Kebangsaan. Mungkin seperti PMP zaman dahulu. Ini materi penting. Agar anak faham bagaimana menjadi warga yang baik dan juga mampu mengidentifikasi bahaya bahaya idiologi yang ingin menggantikan idiologi negara”imbuh Edi Cahyono.

Meskipun demikian, ternyata tidak semua siswa mampu mengikuti pelatihan dengan sempurna. Beberapa anak ada yang sakit tidak kuat melanjutkan kegiatan pelatihan yang banyak menguras energi fisik.

Seperti Fitra, siswa kelas X Mipa 5, dibeberapa kegiatan tidak bisa mengikuti kegiatan. Perutnya sakit tidak bisa dikompromikan.

“Kegiatannya banyak. Tidurnya juga sebentar. Hingga saat sarapan, saya tidak bisa banyak makan. Dan tiba tiba perut saya sakit. Sehingga saya tidak kuat melanjutkan kegiatan” ujar Fitra.

Meskipun demikian, fitra merasa senang. Sebab katanya, di ARHANUD ini, banyak diajarkan tentang kekompakan, kerjasama dan kedisiplinan.

“Meskipun kegiatannya banyak dan pelatihnya keras, tetapi saya merasa senang. Sebab kami diajarkan kekompakan, kerjasama, dan lain lain” lanjut Fitra.

Diakui sendiri oleh Edi Cahyono, selama pelatihan, siswa memang dididik agak keras, tetapi tidak melupakan mengajak para siswa untuk tertawa tawa bahagia.

“Sebetulnya waktu dua hari itu masih kurang. Kami memilih materi materi yang tepat. Kadang kami menyampaikan secara keras. Tetapi juga tidak melupakan guyon guyon kepada mereka. Tetapi kalau terjebak diguyon guyon mereka akan kembali ke karakter semula, maka kita press lagi. Agar mereka mengikuti kegiatan secara disiplin” tutur tentara yang masih terlihat muda itu. (Isno)

 

Read More
sman3mjkrt September 7, 2019 0 Comments