Biografi Kiai Mojokerto

Judul Buku : Biografi Kiai Mojokerto

Judul Resensi : Biografi Kiai Mojokerto

Pengarang : Isno Woeng Sayun

Penerbit : Temalitera

Tahun Terbit : Oktober 2020

Tempat Terbit : Mojokerto

Jumlah Halaman : Vii + 121 Halaman

Resensi biografi kiai Mojokerto karya Isno ini, menceritakan riwayat hidup dari beberapa kiai hebat yang ada di mojokerto. Biografi kiai mojokerto ini merupakan biografi jilid 1 dengan berisi biografi 15 kiai Mojokerto terutama kiai-kiai NU Mojokerto.

Buku biografi ini dapat membawakan riwayat hidup sang kiai Mojokerto dengan bahasa yang santai dan sedikit menyertakan cerita unik dari para kiai yang dapat menggelitik sehingga membuat pembaca tertawa. Banyak dari kiai Mojokerto yang turut berjuang dalam masa perjuangan melawan penjajahan, bahkan beberapa dari kiai tersebut memiliki jabatan tinggi di bidang militer. Buku ini sangat asik karena membuat pembaca terbawa seakan masuk kedalam cerita singkat dari para kiai. Kiai yang diceritakan pada buku ini berjumlah 15 kiai dengan latar belakang yang berbeda-beda yang pertama yaitu KH. Nawawi, kemudian KH. Achyat Halimi, Mbah KH. Ismail Ibrahim, KH. Suhud, Kiai Istad Djanawi, KH. Arrif Hasan, KH. Munasir Ali, KH. Yahdi Matlab, KH. Moch. Busyri al Aly, Mbah Jatmiko, KH. Muhaimin, KH. Mudzakir Maruf, KH. Khusein Ichsan, KH. M. Masyur Yusuf, KH. Nawawi Romli.

Mulai dari cerita hidup yang biasa hingga luar biasa sampai hal unik maupun peristiwa penting yang pernah dialami oleh para kiai. Walaupun beberapa cerita terkesan tidak masuk akal namun tetap dapaat dicerna dengan baik oleh para pembaca karena bahasa yang dibawakan ringkas, efektif dan tidak berbelit.

Kekurangan  buku ini yaitu adanya penjelasan mengenai kata istilah yang banyak dicantumkan di buku ini yang mungkin orang awam tidak mengetahui maksudnya sehingga buku tersebut agak sulit difahami dan di beberapa kalimat masih terdapat kata yang salah penulisan.

Banyak pelajaran yang anda bisa menginspirasi serta teladani dari cerita maupun sikap dan perilakun para tokoh kiai Mojokerto ini. Setiap kiai yang diceritakan mereka memiliki cirikhas yang berbeda dari masing masing dari yang bisa dalam segala hal hingga yang memiliki kemampuan luar biasa yang tidak semua manusia dapatkan.

Selain itu kita dapat mengetahui betapa pentingnya kota Mojokerto dan para santri serta kiai dalam melakukan pembelaan dalam melawan penjajahan dan kita dapat mengetahui peninggalan atau aset aset dari kiai yang telah lama berdiri seperti pondok pesantrren, sekolah maupun rumah yatim.

Read More
admin Januari 4, 2021 0 Comments

Gudep SMA Negeri 3 Mojokerto Juara I Gudep Unggul

SMA Negeri 3 Mojokerto II Pada peringatan hari pramuka yang ke 59 bertepatan pada hari Jumat (14/08/20), Gudep SMA Negeri 3 Mojokerto memperingati dengan upacara. Upacara dilaksanakan di Aula SMA Negeri 3 Mojokerto.

Tampak sejumlah anggota Pramuka menghadiri upacara tersebut. Pembina Pramuka juga terlihat sibuk mempersiapkan upacara yang dilangsungkan secara sederhana namun khidmat itu.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kak Drs. H. Nurhidayat M.M.Pd. Dalam sambutannya, Kak Drs. H. Nurhidayat M. M.Pd menyampaikan rasa bangganya akan prestasi yang ditorehkan oleh Gudep SMA Negeri 3 Mojokerto. Sebab dihari pramuka, dan masih dalam kondisi pandemi, Gudep SMA Negeri 3 mampu mengharumkan nama SMA Negeri 3 Mojokerto.

“Ini sebuah keberhasilan yang sangat membanggakan. Sebab Gudep SMA Negeri 3 mampu menjadi juara I tingkat kota. Untuk empat kategori sekaligus. Semoga ditingkat Jawa Timur kelak, kita juga tetap juara” ucap Drs. Nurhidayat M.MPd dihadapan peserta upacara peringatan hari upacara.

Selain menyatakan rasa bangga akan prestasi Gudep SMA Negeri 3 Mojokerto, Kepala SMA Negeri 3 Mojokerto itu berpesan bahwa sudah saatnya ekstrakurikuler Pramuka ini menjadi pilihan yang difavoritkan. Sebab di dalam pramuka diajarkan semua hal. Mulai dari spiritualitas, nasionalisme dan juga pendidikan karakter.

“Hidupnya pramuka itu bersahaja. Sederhana. Tidak berlebihan. Efisien. Seperti kalian semua ini” imbuhnya.

Kak Drs. Nurhidayat M.M.Pd juga berpesan agar semua anggota pramuka harus merasa senang diberbagai situasi seperti lagu disini senang disana senang. Sebab dengan perasaan senang, manusia akan terhindar dari beban hidup yang menimpanya.

“Kita harus merasa senang disana sini. Sebab dengan perasaan senang kita terhindar dari halusinasi. Kita ini adalah penguasa alam. Jangan sampai justru alam menguasai kita.”

Ditempat terpisah Kak Ambarwati M.Pd merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan Gudep SMA Negeri 3.

“Ini semua kerja keras dari anak anak pramuka semua. Alhamdulillah kita menang di empat kategori, di bidang manajemen dan administrasi, bidang sumber daya manusia, bidang prestasi dan bidang dana, sarana dan prasarana” ujarnya bangga.

“Kita minta doanya, agar di tingkat Jatim, Gudep SMA Negeri 3 bisa memperoleh juara I pula” pintanya.

Read More
admin Agustus 14, 2020 0 Comments