Para Nabi Pun Adalah Sang Penggembala

Judul         : Sang Penggembala

Nama Penulis  : Muhammad Isno El Kayyis

Nama Penerbit  : Penerbit Pintukata

Tahun Penerbit  : 2014

Tahun Cetakan  : 2014

Jumlah Halaman : 403 halaman

Nomor Edisi    : ISBN 978-602-14786-1-5

Tak hanya menjadi seorang penulis novel yang inspiratif, Muhammad Isno El Kayyis juga menjadi seorang pengajar, penasehat, dan pengawas. Salah satu judul karya novelnya yang paling menginspirasi bagi saya adalah “Sang Penggembala”. Dalam karyanya tersebut menceritakan tentang kisah seorang pemuda desa, Rizal namanya. Ia merupakan seorang penggembala yang sangat gigih dan penuh perjuangan demi kemajuan desanya. Menjadi penggembala adalah sebuah pendadaran yang penuh dengan nilai-nilai kepemimpinan dan solidaritas.

Novel “Sang Penggembala” merupakan gambaran dari kearifan desa. Mengisahkan tentang seorang penggembala Dusun Sayun yang bernama Rizal sebagai tokoh utamanya. Ia bukan hanya seorang penggembala, melainkan juga tumbuh menjadi remaja Masjid yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan. Rizal bersama dengan teman-teman satu kampungnya telah diajarkan beragam kebijaksanaan dari alam sekitar. Sebuah kehormatan tersendiri menjadi seorang penggembala bagi anak desa di zamannya. Lika-liku dan pahit getirnya kehidupan sudah mereka hadapi sejak dini.

Bermula dari dakwah Islam yang mulai masuk dan berkembang ditengah alam pikir keawaman warga desa, menimbulkan banyak keributan antar tokoh dan warga sekitar. Hingga ditandainya sikap kepala desa yang kian mencolok berbuat semena-mena dan selalu ingin mendapat keuntungan. Hal itu memunculkan pemberontakan dari warga untuk menggulingkan jabatan kepala desa. Apalagi suasana menjelang pilkades sangat menegangkan. Banyak beredar isu, fitnah, dan gunjingan kepada para calon maupun tokoh yang menjadi sorotan di desa tersebut.

Rizal dan teman-temannya harus memikirkan jalan keluar dan melakukan rencana untuk melindungi desa dari berbagai macam permasalahan yang menghantui desanya seperti, perbuatan para warga yang merugikan, mengantisipasi hasutan para jin kiriman kepada warga menjelang pemilihan kepala desa, dan membawa perubahan untuk Dusun Sayun kedepannya. Hingga Rizal mendapat sebuah keajaiban bisa berkomunikasi dengan pembabat Dusun Sayun yang bernama “Mbah Reseco”, dimana ia diberi petunjuk untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di desanya. Lalu, bagaimanakah nasib dari kepala desa? Siapakah pemimpin desa yang layak dijadikan sebagai kepala desa? Akankah Rizal bersama dengan bantuan teman-temannya mampu mengembalikan Dusun Sayun menjadi desa yang tentram dan makmur? Apakah perbuatan yang dipilih Rizal mampu membawa desanya menuju sebuah perubahan?

Novel berjudul “Sang Penggembala” karya Muhammad Isno El Kayyis membuat pembaca terinspirasi dan termotivasi dengan kisah tokoh Rizal. Ia adalah sosok yang pantang menyerah dalam mewujudkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Banyak sekali pembelajaran mengenai kehidupan yang bisa kita dapatkan dalam novel tersebut. Tak hanya memberi berbagai macam inspirasi bagi anak-anak desa saja dalam mengawal perubahan, namun juga untuk semua orang baik anak-anak, remaja, atau dewasa. Bahasa yang digunakan dalam novel tersebut mudah dipahami. Hal tersebut karena tidak menggunakan bahasa yang terlalu baku, tidak berbelit-belit, dan bahkan beberapa tulisan ada yang menggunakan bahasa sehari-hari. Pembaca pun tidak mudah bosan untuk membaca cerita tersebut.  Buku ini menggunakan cover dan judul yang sesuai untuk menggambarkan isi dari buku tersebut. Selain itu, cerita dari novel ini juga mudah ditebak, karena alur cerita yang digunakan adalah alur maju yang ditulis rinci dari awal peristiwa hingga akhir peristiwa. Pembaca tidak akan kesulitan dalam menguntai kata demi kata. Tak hanya itu, pembaca juga dimudahkan untuk mengambil kesimpulan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena novel tersebut berbentuk narasi life history.

Dari beberapa keunggulan novel tersebut, ternyata masih ada kekurangan di dalamnya. Meskipun beberapa kata ada yang menggunakan bahasa sehari-hari misalnya bahasa jawa, namun ada juga dari kata tersebut yang belum terdapat terjemahan katanya dan hanya dicetak miring saja. Sehingga, akan mengakibatkan pembaca yang bukan asli orang Jawa kebingungan. Selain itu, letak penulisan tanda bacanya ada yang kurang tepat, akibatnya pemahaman pembaca menjadi kurang maksimal. 

Novel “Sang Penggembala” sangat layak dibaca oleh semua orang, karena di dalamnya diungkapkan banyak hal mengenai ombak kehidupan. Nilai-nilai moral yang ada pada novel tersebut dapat kita ambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini juga memberi motivasi dan inspirasi atas semangat perjuangan dalam lika-liku kehidupan, baik diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitar. Menjadikan setiap permasalahan sebagai awal perubahan untuk melangkah maju di masa depan.

Perensensi : Nurani Adristi Bunga N

Read More
sman3mjkrt Januari 2, 2021 0 Comments